anak-anak yang manis
Melihat anak-anak bertambah besar dengan segala keunikannya adalah sesuatu yang sangat mengasyikkan. Kami semua mempunyai panggilan kesayangan bagi semua.Abang untuk yang paling besar, Uda yang nomor 2, Uni untuk yang paling cantik dan Adek untuk si kecil.
Abang, walaupun cuek, merupakan anak yang tekun dan banyak maunya. Uda sangat aktif sekali, sampai orang-orang berkomentar kalau mau lihat Uda diam tunggu sampai Uda tertidur, ssedangkan Uni karena satu-satunya anak perempuan , selalu merasa paling cantik dan mirip artis (walaupun tidak bisa meneybutkan artis yang mana ya yang mirip Uni), dan Adek, walau masih bayi udah kelihatan kalau Adek tidak mau menyusahkan orang.
Yang paling mengharukan adalah kalau saya harus menghadapi ujian atau membuat tugas, dan suami juga harus menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya (suami saya juga lagi pendidikan S3), dengan dewasanya mereka mengurus diri sendiri, kadang-kadang tertidur bersama-sama di kamarnya. Maafkan bunda ya, Nak.
Saat-saat saya puya waktu senggang, dengan lugu mereka akan bertanya, hari ini Bunda nggak belajar? Nggak ada tugas ya ? Mau main sama kami? Biasanya say akan memeluk mereka dan main sepuasnya.Setiap mereka tidur, saya selalu memandang wajah-wajah polos mereka. Dengan ragu saya dan suami sering bertanya, apakah betul dengan kesibukan kamiberdua sekarang ini, kami selalu berdalih semua ini untuk kebahagiaan mereka nantinya, Apakah betul mereka ikut bahagia dengan yang kami akan kami capai? Apakah ini semua tidak demi egoisme demi prestise saja? Ah …… anak-anakku apapun itu, kamu semua menjadi inspirasi bagi ayah dan bunda.